Kamis, 07 Maret 2013 0 komentar By: Yunus Alif

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

A. Organ-Organ Pencernaan
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan
organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara
proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan
sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-
bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam
tubuh.
Kamis, 21 Februari 2013 0 komentar By: Yunus Alif

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia


Untuk menunjang kelangsungan hidup manusia dibutuhkan asupan makanan yang cukup. Makanan yang makan tidak dapat langsung digunakan oleh tubuh manusia karena masih berupa unsur yang sangat kompleks.
Makanan yang telah dicerna oleh organ pencernaan kemudian berubah bentuk menjadi lebih sederhana seperti karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Kesemua itu harus disebarkan ke seluruh tubuh manusia. Bagaimana caranya? Tubuh manusia dilengkapi dengan sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi tersebut terdiri dari organ sistem peredaran darah. 

Metamorfosis kupu-kupu


Metamorfosis adalah proses dari ulat menjadi hewan baru (fase sempurna) yaitu kupu-kupu. Pada prosesnya terjadi cukup panjang dan lama namum sederhana. Pertama-tama mulai ari telur yang di letakkan oleh kupu-kupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk atau dapat juga pohon yang lain) yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan makanan ulat tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/ kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru.
Selasa, 12 Februari 2013 0 komentar By: Yunus Alif

Klasifikasi Lima Kingdom

   Klasifikasi atau pengelompokan mahluk hidup ke dalam lima kingdom (lima kerajaan) dikemukakan oleh R.H Whittaker pada tahun 1969.  Pengklasifikasian ini didasarkan pada  ciri-ciri morfologi,anatomi dan fisiologinya. Dalam klasifikasi lima kingdom, mahluk hidup dikelompokkan kedalam kingdom (kerajaan) monera, protista, fungi, plantae dan animalia.
Senin, 31 Desember 2012 0 komentar By: Yunus Alif

Penjelasan Eksperimen Telur Terapung.

       Setiap obyek atau benda akan terapung akibat daya tekan ke atas yang didesak oleh air. Daya tekan ke atas ini disebut sebagai “daya apung”. Besar kecil daya tekan ke atas ini tergantung pada berat cairan (air/zat cair) serta ukuran benda yang dimasukkan. Archimides, seorang ilmuwan Yunani, menemukan bahwa daya apung (daya tekan ke atas yang dimiliki air) sama besarnya dengan dengan berat air (zat cair) yang “dipindahkan” oleh benda. (“Dipindahkan” di sini maksudnya bahwa air tersebut terdorong oleh benda).
Daya apung telur di dalam air tawar, sama beratnya dengan air yang dipindahkan oleh telur tersebut. Daya apng ini lebih kecil dari telur, jadi tenggelam. Telur terapung di dalam air garam, karena berat air garam yang dipindahkan lebih bear dari berat telur. Telur tenggelam di antara air tawar dan air garam, karena telur jatuh melewati lapisan air tawar dan didukung di atas lapisan kedua yang belih berat, yakni air garam.

Blogger templates